01.13.04 (7:37 pm)


sms quiz ?   [edit]
sisi lain sms quiz

Suatu kali di saat luang keluarga nenek berkata mengomentari sebuah acara televisi : "Jat, itu kalau seperti itu apa bukan judi namanya ?" Sejenak aku berpikir dan mencoba mengingat-ingat apa batasan (definisi) pengertian judi. Yang ada di kepalaku, judi adalah mempertaruhkan sesuatu untuk mendapatkan keuntungan yang besar dengan risiko apa yang ia jadikan taruhan hilang ketika "keberuntungan" tidak ada pada dirinya.

Sejenak aku berpikir adakah sesuatu yang dipertaruhkan oleh siapa pun yang ingin "mengadu nasib" dengan turut mengambil bagian dalam acara quiz di televisi saat itu.

[b]Pengertian Judi [/b]

Stephen Lea, dkk dalam buku [i]The Individual in the Economy, A Textbook of Economic Psychology[/i] (1987) menyatakan bahwa judi, tidak lain dan tidak bukan adalah suatu kondisi dimana terdapat potensi kehilangan sesuatu yang berharga atau segala hal yang mengandung risiko. Namun demikian, perbuatan mengambil risiko dalam perilaku berjudi, perlu dibedakan pengertiannya dari perbuatan lain yang juga mengandung risiko. Ketiga unsur dibawah ini mungkin dapat menjadi faktor yang membedakan perilaku berjudi dengan perilaku lain yang juga mengandung risiko:

[i]Perjudian adalah suatu kegiatan sosial yang melibatkan sejumlah uang (atau sesuatu yang berharga) dimana pemenang memperoleh uang dari yang kalah. [/i]

[i]Risiko yang diambil bergantung pada kejadian-kejadian dimasa mendatang, dengan hasil yang tidak diketahui, dan banyak ditentukan oleh hal-hal yang bersifat kebetulan/keberuntungan. [/i]

[i]Risiko yang diambil bukanlah suatu yang harus dilakukan; kekalahan/kehilangan dapat dihindari dengan tidak ambil bagian dalam permainan judi.[/i]

[b]Sebuah Model Perjudian[/b]

Pada zaman dahulu ketika SDSB, Sumbangan Dana Sosial Berhadiah, sebuah projek besar dari Departemen Sosial digelar menawarkan konsep sumbangan dengan tanda bukti selembar kupon dengan nomor seri yang [i]pre-numbered[/i] dan secara berkala diadakan undian dengan hadiah yang membuat orang banyak tertarik untuk ikut memberi bantuan sosial, meskipun secara praktek justru kebanyakan para "donatur" ini justru secara ekonomi layak mendapat bantuan. Seseorang yang berpikir dengan sehat tentu bisa menerka apa motivasi mereka untuk berperan aktif memberikan bantuan sosial.

Dari SDSB, berkembanglah model judi ini, dari awalnya sekedar mengandalkan nomor seri yang [i]pre-numbered[/i] menjadi nomor "buntut" yang bisa dipesan. Jadilah kebanyakan masyarakat yang ingin menikmati dunia secara instan menta'wil (mencari arti) mimpi-mimpi dengan kamus yang entah dibuat siapa. Tidak jarang mereka bertanya kepada orang gila ! untuk mendapatkan kode buntut. Dan yang menyedihkan, beberapa dari mereka menyengaja melakukan "laku", "tirakat", tidak tidur di malam hari di tempat-tempat yang dianggap keramat. [i]Fa Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'uun[/i].

Apa sih sebenernya maksud drajat ngasih sample judi [i]togel[/i] ini ? Gini om, judi togel kan jelas tuh, orang-orangnya ngasih duit buat ikutan judi. trus /me pengen bikin benang merah antara judi togel dengan sms quiz tadi. gitu lho...

[b]SMS QUIZ is a kind of GAMBLING (?)[/b]

Kuis dengan memanfaatkan sentuhan teknologi yang nyaris sudah sangat merakyat & menjadi trend masa kini [baca: hp] sangat banyak kita temui. Penyelenggaranya, sangat mudah kita ketahui. Acara televisi banyak menawarkan kuis sms. Dengan hadiah yang menggiurkan dan pulsa per sms yang kisarannya hanya satu sampai dua lembar ribuan, tentu banyak pemakai hp untuk mencoba-coba dan mengadu nasib. Apakah ini termasuk judi ? Tunggu dulu....

Untuk menilai sesuatu kita perlu standar. Setuju ?

2bcontinued...




01.12.04 (8:30 pm)


tBLOG oh tBLOG.....   [edit]
Sedikit siasat yang bisa dilakukan.

Artikel dengan tulisan yang tidak terlalu lebar, di samping mengoptimasi jumlah tulisan yang dapat dimuat dalam satu halaman memang lebih mudah dibaca. Oleh karena itu semua penggunaan kolom di media cetak adalah satu hal yang pasti.

Tapi agaknya fasilitas yang ditawarkan tblog dengan [i]free-package[/i]-nya tidak memungkinkan penggunaan kolom yang banyak sebab pengguna jasa tblog hanya mendapat dua kolom kecil di sisi kiri dan sisi kanan untuk menyelipkan sedikit [i]script[/i] html.

Apakah yang pertama kalai terlihat oleh seorang teman atau kenalan yang membuka catatan-catatan kecil kita ? Banner. Ya. Sebaris gambar yang bisa kita manfaatkan untuk mengejutkan mereka. Pengaruh kecepatan akses internet dapat membuat seseorang tertahan untuk dapat segera menikmati buah pikiran kita. Bukankah ada baiknya kita gunakan kapling ini menjadi tempat pertama untuk memperkenalkan diri kita ? [b]Bersikaplah bijak, dan pilihlah kalimat terbaik yang bisa menggambarkan siapa diri kita.[/b]

Untuk memberi kesempatan tamu memberi sedikit pesan, dapat ditambahkan kolom buku tamuVersi gratisnya dapat diperoleh dengan registrasi terlebih dahulu.




01.12.04 (7:51 pm)


STAN: ‘The Real Biggest Campus?’   [edit]
Sebuah Introspeksi Atas Pendaftaran Ujian Saringan Masuk (USM) STAN 2003

Pertama kali dalam sejarah pendidikan tinggi di Indonesia jumlah pendaftar sebuah perguruan tinggi mencapai jumlah yang sangat spektakuler hanya untuk memperebutkan lebih kurang 2030 kursi perguruan tinggi tersebut. Itulah kenyataan yang terjadi pada Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Sampai dengan tanggal 27 Juni 2003, hari terakhir pendaftaran, tercatat hampir 87 ribu orang mendaftarkan diri.

Pendaftaran yang dibuka di empat belas kota yaitu: Medan, Palembang, Jakarta, Cimahi, Yogyakarta, Malang, Balikpapan, Makassar, Manado, Mataram, Jayapura, Sorong, Kupang, dan Banda Aceh ini menempatkan Jakarta sebagai tempat pendaftaran terbanyak pertama (lebih dari 21 ribu orang), kemudian Yogyakarta, Malang, Medan, Palembang, Cimahi, dan Makassar masing-masing di peringkat kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam, dan ketujuh.

Menurut seorang pengamat, jumlah itu akan lebih spektakuler jika jumlah yang mendaftar tidak dibatasi dengan nilai minimum untuk bisa mendaftar yakni rata-rata 6,5 pada Surat Tanda Kelulusan (STK).

Tingginya animo masyarakat terhadap STAN merupakan fenomena menarik yang harus disyukuri sekaligus harus diwaspadai. Harus disyukuri karena ini merupakan pertanda bahwa apresiasi masyarakat terhadap keberadaan STAN masih sangat (-sangat) baik. Kepercayaan masyarakat terhadap STAN ini merupakan modal berharga bagi pengelola STAN untuk membawa kampus ini sehingga dapat berkiprah lebih baik lagi di negeri ini.

Mewaspadai fenomena membludaknya peminat STAN bisa menjadi bahan masukan berharga bagi banyak pihak. Mahalnya PTN Favorit seperti yang kita dengar belakangan ini membuat banyak lulusan SMU/sederajat berfikir dua kali untuk menimba ilmu di kampus-kampus tersebut. Salah satu solusi yang banyak diambil para siswa tersebut adalah dengan mendaftar pada sekolah-sekolah kedinasan yang relatif murah (bahkan gratis) dan mutunya pun relatif baik. STAN merupakan perguruan tinggi kedinasan yang memiliki daya tampung mahasiswa relatif banyak setiap tahunnya. Tidak kurang 2000 mahasiswa per tahun diterima di kampus ini. Mudah-mudahan banyaknya peminat ke STAN tidak didasari pada sedikitnya alternatif pendidikan murah tetapi baik semata. Yang kita harapkan adalah bahwa pilihan terhadap satu lembaga pendidikan adalah lebih karena mutunya. Hal ini harus diuji dengan penelitian yang sistematis sehingga bermanfaat baik bagi STAN maupun lembaga-lembaga terkait, seperti Ditjen Pendidikan Tinggi untuk menentukan kebijaksanaan pendidikan tinggi di masa mendatang.

Akhirnya, semoga banyaknya pendaftar pada STAN ini dapat menjadi bahan introspeksi bagi semua pihak. Bagi Departemen Keuangan, tingginya animo ini merupakan ‘anugerah’ yang harus ditindaklanjuti dengan pengelolaan SDM yang lebih baik sehingga mereka dapat mengoptimalkan potensinya untuk kepentingan pegelolaan keuangan negara di masa depan.

MMOTP/300603: dari berbagai sumber.

disclaimer:
Tulisan ini dimuat dalam rubrik Informasi Terbaru BPPK Depkeu.




01.12.04 (1:45 am)


Keluarga Kecil   [edit]
Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah yang Mahasuci dan Mahatinggi. Keluarga kecil yang tengah kubangun membuatku tidak lagi sekedar melalui hari-hari dalam sendiri namun ladang untuk beramal telah menanti Malam-malam yang biasa menghanyutkanku dengan impian yang berdiri tegak di atas kenangan masa lalu tergantikan dengan senyum indah yang telah membuat hatiku tertawan.

Bangun shalat shubuh di pagi hari menjadi awal hari yang semakin terasa nikmatnya. Hangat mentari pagi kadang justru terlupakan dengan kedatangan sosok yang lama dinanti. Yah, seorang istri.