04.21.04 (9:23 pm)


aku berubah   [edit]
elasa, 21 April 2004
01.48

Aku sadar saat ini secara perlahan ada yang hilang dari diriku. Keinginan itu, yang dulu pernah sangat bulat hingga membawaku ke satu gerbang yang dengannya ingin kuberangkat menuju tempat yang di dalamnya teramat sangat banyak kesenangan. Bergelut dengan lembaran-lembaran kertas sebagai saksi dari kemukjizatan kalimat-kalimat yang penuh makna. Sesuatu yang akan tetap terjaga keotentikannya, meski berjuta tangan hendak mengoyak, merusak, memberi warna yang berbeda sama sekali dari awalnya.

Ketika itu, aku datang dengan membawa keyakinan, bahwa inilah jalanku. Kutawarkan sebuah pilihan yang kuyakini dapat membuatku terjaga di kala manusia tenggelam dalam impian, dan dengan itu, dapat kurawat mereka, orang-orang yang aku cintai dengan segenap perasaan. Namun ada juga yang harus aku pahami, bahwa hidup ini bukan semata milikku. Sebab dalam diriku mengalir keringat yang bukan milikku. Itu adalah ungkapan mesra yang tiada berbalas.
Aku tahu, hidup ini bukan semata milikku.

Setiap perjalanan senantiasa bermula dari langkah-langkah kecil, atau bisa juga adalah putaran-putaran kecil, yang tidak akan disadari oleh mereka yang tidak peka dan lalai akan pentingnya sebuah tujuan. Bukankah ada ungkapan bagi seseorang yang ditinggalkan, "langkah-langkah kecil seekor onta tidak akan menyita perhatian, hingga engkau terkejut bahwa ia telah jauh berjalan". Dan untuk mengejar, engkau perlu kesungguhan dan tekad yang benar-benar.

Setiap hari, aku bertemu dengan bermacam wajah yang kadang kala bersembunyi di balik senyum dan bermacam ekspresi. Aku menyukai kebanyakan dari mereka, meski selalu ada yang membuatku mengernyitkan dahi tapi lantas tidak aku ambil peduli. Ada sebah ungkapan dari seorang guru di saat aku rajin menuntu ilmu. "Jika engkau bekerja di sawah, jangan harap engkau akan bersih dari lumpurnya." Sebab jika engkau bersih, maka tidak akan ada yang percaya bahwa engkau telah bekerja.

Akan tetapi sungguh telah datang kabar gembira bagi hal yang seperti ini. Simaklah, "Bagaiman pendapat kalian, jika ada sebuah sungai di depan pintu salah seorang dari kalian, lalu setiap hari ia mandi sebanyak lima kali. Apakah masih tersisa sedikit kotorannya ?" Para sahabat menjawab, "Tidak tersisa kotorannya." Beliau bersabda, "Itulah perumpamaan shalat lima waktu. Dengan shalat lima waktu itulah Allah menghapus kesalahan-kesalahan."
(Muttafaq 'alaihi, dari Abu Hurairah r.a.)

Maha suci Allah, Tuhan semesta alam, yang dengan kuasa-Nya tidak memberi ampunan bagi siapa yang menyekutukannya dan ia meninggal dalam keadaan demikian sedang ia belum bertaubat, dan yang dengan kemurahan-Nya akan dihapuskan dosa selainnya bagi siapa yang Ia kehendaki.

Akan tetapi wahai sahabat, siapakah yang dapat menjamin, bahwa besi yang terkena air garam tidak akan berkarat, dan siapakah yang dapat memberi janji bahwa sebatang kapur tulis putih yang terjatuh ke dalam larutan tinta tidak akan berubah warna ? Sedangkan nila setitik dapat merusak susu sebelanga.
Siapakah di antara kalian yang dapat menjamin hati tidak akan ternoda lantaran cinta yang melatari tiap perbuatan dan senyuman yang selalu menghiasi setiap pandangan ? Adakah ?
Tidak. Kebersihan hati bukan karena perbuatan yang tanpa pamrih, sebab teladan yang mulia pun berkata bagi siapa yang hendak meminta surga agar meminta jannata firdaus, tempat termulia.

Dan kebersihan hati bukan berarti mencinta dengan menghilangkan amarah, sebab sikap seorang mukmin adalah saling menyayangi di antara mereka dan bersikap keras terhadap orang kafir. Saudaraku, sesungguhnya aku berkata kepada hatiku untuk meyakinkan diriku, bahwa jika aku ingin menjaga kebersihan hati, bukanlah dengan senyum yang selalu menghias, sebab jika demikian, tentu orang gila lebih layak berjuluk orang yang berhati emas lantaran kemurniannya. Bukankah emas berjuluk logam mulia dengan sebab kemurniannya ?

Akan tetapi, bukanlah orang gila yang Allah maksudkan bahwa tidak ada orang yang beruntung di suatau masa keculi mereka yang menghadap tuhannya dengan hati yang selamat, melainkan orang yang tetap berada di atas sunnah nabi-Nya dengan ikhlas dan kepatuhan.

Yaa muqallibal quluub tsabbit qalbii 'alaa diinika. Yaa musharrifal quluub shariif qulubanaa 'ala tha'atik wa tha'ati rasuulika.

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas dien-Mu. Wahai Dzat yang mengubah-ubah keadaan hati, tetapkanlah hati kami dalam ketaatan kepada-Mu dan rasul-Mu.




04.12.04 (2:35 am)


ihi speed   [edit]
wow, ini adalah percobaan melalui anjungan internet mandiri. tapi keyborc yang tixk standzr dengan elevzsi terla.u besar membuat jari-jari tanga ku pegal. tapi ini memang menyena gkan.
sebuah pengalaman baru