05.31.04 (4:12 am)


latex atau spring bed ?   [edit]
duh senengnya punya bayi mungil..

Setelah melewati beberapa tahap pilah-pilih nama, sejak memakai mesin pencari di internet hingga jelajah ke toko buku plus mencari nama-nama cantik di koleksi pustaka pribadi, akhirnya ketemu deh nama buat si kecil. Aisyah Muthia Darajat.

oops, kok gak cocok sama judulnya yah ? Hehehe... lain kali deh cerita tentang si kecil yang nama panggilannya masih diperdebatkan ini.....

=======
Sedikit Pengantar

Awal mei ini, kuputuskan pindah tempat tinggal ke daerah bekasi. Pertimbanganku, banyak keluarga dekat yang tinggal di bekasi, cikarang, pondok gede, pulo gebang, dan sekitarnya. Jadi kalau sewaktu-waktu ada perlu konsultasi mendadak tentang perawatan si kecil, gak perlu repot-repot. Plus, kalau ada kunjungan dari keluarga dari kampung halaman, tinggal muter-muter aja.

Sebagai keluarga baru yang bener-bener memulai segalanya dari nol kecil, aku dan istriku musti pintar-pintar mengatur pembiayaan di negara kecil ini. :P
Dan sebagai sambutan utama untuk si kecil, yang merupakan hadiah dariku adalah sebuah tempat tidur yang cukup nyaman baginya. Sebab waktu sembilan bulan lebih di perut ibunya yang serupa waterbed yang benar-benar nyaman baginya, yang mampu meredam guncangan-guncangan, mungkin akan membuatnya merasa pegal-pegal tidur di kasur biasa yang biasa digunakan abah dan umminya, yang hanya berbatas tikar rotan (baca:lampit) dengan dinginnya ubin. :P

Dan Alhamdulillah, Dzat yang kepadanya bergantung seluruh makhluk, sedangkan Ia tidak berhajat kepada mereka, semoga Ia memberi kemudahan bagiku untuk memberi hadiah ini. Untuk Ai' kecilku, juga Naila kekasihku.

spring bed atau latex ?

Dari sebuah mail archieve kuhimpun beberapa pendapat yang memberi gambaran berdasarkan pengalaman mereka yang telah menggunakannya, atau setidaknya yang pernah mereka dengar tentangnya.

yang lebih dari spring bed
+ cukup empuk
+ harga relatif murah

yang kurang dari spring bed

yang lebih dari lateks
+ lebih empuk
+ strukturnya mengikuti postur badan

yang kurang dari lateks
- untuk didaerah tropis kaya' Jakarta latex tuh panas bgt, butuh ac untuk menetralkan panasnya :P dan gak cukup ac ?
- kalo mo dibersihin kasur yg full latex tuh berat bgt(u.
ukuran 160/200 bisa 3 org dewasa cowok yg ngangkat

alternatif lain :
Spring bed yg memadukan antara
semi-latex dan spring, biasanya 'model' ini brand namenya dikasih embel-2
phedic. Setahu saja (Endra Wimajanti) model beginian lapisan atasnya dari busa/latex dan lapis
keduanya yg spring (cmiiw). Spt yg saya pakai (bukan promo ya, maaf kalau
terpaksa sebut merek) keluaran Serta, namanya sertaphedic. Dibanding dgn
punya anakku yg spring bed, memang lebih empuk yg punya ibunya.




Your Name:


Your Comment: