Ini adalah sebuah episode dari romantika kehidupan anak manusia. Sebuah keinsyafan yang bertumpu pada satu keyakinan akan suatu nilai kebenaran. Ia terlahir dari sebuah insiden kecil. Dan benar-benar orang yang mau belajar dan mencari hikmah adalah orang yang beruntung. Kekasihku, aku makin mencintaimu.
Istriku menulis:
Robbii auzi'nii 'an ayskuro ni'mataka allaati an'amta alaiya wa 'alaa waalidayya wa'an a'mala shoolihan an tardhohu waashlihlii fii dzurriyyatii innii tubtu ilaika wainii minal muslimin.
Ya Allah.. ampunilah segala dosa-dosa hambamu ini. Kehidupan dunia, keindahan dunia telah melalaikan hamba ya Allah, hamba lupa akan ni'amMu yang serba banyak. Engkau telah memberi hamba seorang pendamping yang berhati mulia, tak pernah mengeluh, selalu mengalah, tak pernah marah dan yang selalu memberikan kasih sayangnya tapi apa balasan hamba kepadanya, hamba hanya bisa menuntut, menuntut, dan menuntut untuk sebuah kesempurnaan padahal dia hanya manusia biasa yang punya kelebihan dan kekurangan. Tidak ada yang sempurnah kecuali hanya Engkau ya Allah. Ya Allah ampunilah segala dosa- dosanya, lindungilah dia, jauhkanlah dia dari semua bahaya di sekelilingnya, jauhkanlah dia dari semua apa yang bukan menjadi haknya dan berikanlah dia balasan yang lebih dengan apa yang telah dia berikan kepada hamba dan anak hamba.Amin
Ummi sayang aba,ummi cinta aba...uhibbuka ya zaujii, mohon maaf atas semua kesalahan ummi.
Aku semakin yakin akan cinta istriku. Lihatlah betapa ia menyayangiku dengan memohonkan penjagaan terhadap segala mara bahaya, dari apa yang bisa membuatku terjerumus dari mengambil apa yang bukan hak. Bahkan bukan sekedar penjagaan, tapi juga untuk menjauh.
Kekasihku, bagimu ini adalah sebuah doa untuk orang yang kau cintai. Dan bagiku, ini adalah sebuah doa, dan nasihat dari orang yang kucintai. Uhibbuki yaa zaujati.

